Sebagai nasabah pintar, Anda harus tahu perbedaan mobile banking dan internet banking. Fasilitas perbankan ini seringkali digunakan pada saat bertransaksi secara online.

Banyak yang salah kaprah dan menganggap dua fasilitas ini merupakan satu kesatuan dan sama persis. Nasabah tidak tahu bahwa ada perbedaan dominan yang membuat keduanya seperti bumi langit.

Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini kami akan mengupas tuntas tentang perbedaan keduanya. Simak sampai akhir.

Persamaan mobile banking vs internet banking

Sebelum kita bahas mengenai perbedaan mobile banking dan internet banking, lebih dulu kita akan mengenal persamaan dari kedua fasilitas ini.

 persamaan mobile banking vs internet banking

Keberadaan mobile dan internet banking merupakan jawaban atas masalah transfer uang, cek saldo, dan transaksi perbankan lainnya yang biasanya dilakukan via ATM.

Layanan ini ada untuk menghemat waktu nasabah agar mereka dapat bertransaksi tanpa perlu berangkat ke kantor cabang terdekat atau ATM.

Dengan kata lain, tujuan diberlakukannya fasilitas internet dan mobile banking ini adalah untuk memberikan kemudahan, kecepatan, dan keamanan bertransaksi buat nasabah.

Selain itu, dua fasilitas ini juga punya persamaan tentang cara akses. Baik internet maupun mobile banking, keduanya membutuhkan paket data atau sinyal internet agar dapat dibuka.

Jika sinyal internet di daerah Anda kuat, maka fasilitas ini bisa difungsikan secara maksimal. Sebaliknya, bila sinyal internetnya lemah, maka akses pada dua fitur perbankan ini mungkin akan sedikit bermasalah.

Tapi jangan khawatir, karena bank sudah menyiapkan fitur lainnya yang tidak memerlukan sinyal internet.

Selain mobile dan internet banking, ada fasilitas serupa lainnya yang memungkinkan Anda bertransaksi tanpa perlu datang ke ATM atau teller. Fasilitas tersebut dikenal dengan nama SMS banking.

Pengertian SMS banking

Sesuai dengan namanya, SMS banking adalah layanan yang memungkinkan nasabah bertransaksi melalui HP. Khususnya dengan berkirim pesan singkat dengan format tertentu ke nomor yang sudah ditentukan oleh bank.

pengertian sms banking

Masing-masing bank memiliki nomor khusus untuk mengirim pesan singkat. Misalnya BNI yang menggunakan nomor 3346 dan bank mandiri dengan nomor 3355.

Untuk memanfaatkan fasilitas ini, nasabah harus mengeluarkan pulsa baik untuk mengirim maupun menerima pesan.

Kelebihannya sebagaimana disebutkan di atas, fasilitas ini bisa dipakai di tempat yang miskin sinyal. Jadi bisa dipakai di pelosok desa sekalipun.

Persamaan ketiga fasilitas: SMS, internet, dan mobile banking

Berbeda dengan ATM yang langsung aktif begitu Anda mendapatkan buku tabungan pada saat membuka rekening. Untuk memakai fasilitas SMS, internet, dan mobile banking, nasabah harus mendaftar sendiri.

Maksudnya, tidak aktif secara otomatis.

Pendaftaran layanan ini bisa dilakukan via ATM. Tapi paling aman adalah melalui CS atau customer service yang ada di bank.

Datanglah ke kantor cabang perbankan terdekat dan ambil antrean ke CS. Sampaikan tujuan kedatangan Anda yakni untuk mengaktifkan salah satu atau ketiga fasilitas di atas.

Syarat untuk mendaftar dan mengaktifkan layanan-layanan ini umumnya adalah:

  1. Buku rekening.
  2. KTP atau kartu identitas diri.
  3. Nomor HP aktif.
  4. Alamat email aktif.

Itu persyaratan umum yang harus dipenuhi oleh nasabah. Silakan siapkan sebelum berangkat melakukan pengurusan fasilitas-fasilitas ini di kantor cabang terdekat.

5 Perbedaan mobile banking dan internet banking yang harus Anda tahu

perbedaan mobile banking dan internet banking yang harus anda tahu

Ada beberapa komponen yang membuat kedua layanan ini berbeda satu sama lain, di antaranya adalah:

Perangkat yang digunakan

Dalam hal perangkat yang digunakan untuk bertransaksi, kedua layanan perbankan ini memiliki perbedaan yang sangat terlihat jelas.

Mobile banking atau m-banking sama dengan cara daftar Jenius BTPN, yang hanya dapat diakses jika ada aplikasinya. Jadi, Anda perlu mengunduh aplikasi khusus m-banking di HP untuk melakukan transaksi.

Sementara internet banking jauh lebih fleksibel karena dapat diakses baik menggunakan HP maupun PC/laptop/tablet.

Untuk mengakses ibank dari kedua perangkat ini nasabah harus membuka browser terlebih dulu. Agar aman, nasabah tidak disarankan untuk menyimpan User ID dan PIN di laptop atau HP-nya.

Token internet banking ada, mobile tidak ada

Token merupakan salah satu sistem pengamanan tambahan yang hanya ada di ibank. Token ini diperlukan pada saat Anda sedang bertransaksi finansial seperti mengirim sejumlah dana (transfer), melakukan pembayaran, pembelian, dll.

Token akan mengeluarkan nomor khusus yang harus diinput ke halaman akun ibank ketika bertransaksi.

Pada bank BCA, nomor token biasanya diberi nama APPLI. Sedangkan di bank mandiri sekarang sudah terintegrasi dalam aplikasi mandiri online.

Pada ibank BRI, nomor verifikasi tokennya biasanya masuk melalui SMS dan akan memotong pulsa untuk setiap kali permintaan m-token.

Token ini tidak ada di dalam m-banking karena fokus m-banking adalah bertransaksi all in one melalui aplikasi.

Limit transaksi harian

Kedua fasilitas ini memiliki limit transaksi harian masing-masing. Bahkan, untuk bank-bank tertentu, jarak limit transaksi hariannya sangat besar.

Sebagai contoh, pada mbanking BRI, limit transaksi untuk transfer antar bank dan ke sesama via mbanking masing-masing adalah Rp 1.000.000 sampai Rp 10.000.000.

Sedangkan kalau mau transfer melalui ibank bisa mencapai Rp 15.000.000,- ke rekening bank lain dan Rp 1.000.000.000,- ke sesama BRI.

Dari sini terlihat bahwa limit transaksi melalui ibank jauh lebih besar dibanding melalui mbanking. Secara umum berlaku seperti ini dengan nominal yang berbeda-beda pada masing-masing bank.

Batasan mutasi rekening yang dapat dilihat

Sebenarnya, dua fasilitas dari perbankan ini sama-sama bisa dipakai untuk cek mutasi rekening. Tapi ada perbedaan internet banking dan mobile banking yang cukup mendasar. Yakni ibank memiliki cakupan yang lebih luas dibanding mbanking.

Mbanking hanya bisa digunakan untuk mengecek mutasi dalam periode terbatas. Dia tidak bisa digunakan untuk cek mutasi lebih dari 3 bulan atau bahkan 6 bulan. Selain itu, data yang ditampilkan juga ringkas, tidak terlalu detail.

Akan tetapi ibank bisa menampilkan mutasi rekening dalam periode lebih panjang dan detail. Bahkan, Anda bisa cetak rekening koran langsung dari fasilitas ini.

Rekening koran merupakan data atau catatan histori transaksi yang lengkap, detail, dan durasinya lebih panjang.

Biasanya, rekening koran dibutuhkan pada saat mau mengajukan kredit, pembuatan visa, dll.

Jika tidak punya fasilitas ibank, Anda mungkin harus cetak rekening koran di kantor cabang langsung dan layanan ini berbayar (tidak gratis).

Anda harus membayar sesuai biaya yang ditetapkan per lembar rekening koran yang dicetak dan dikeluarkan oleh bank. Biaya di masing-masing bank berbeda, tapi umumnya Rp 2.500,- sampai Rp 5.000,-

Maka dari itu, keberadaan ibank untuk para nasabah jelas menguntungkan. Contoh perbankan yang sudah bisa melayani pengunduhan rekening koran via ibank adalah BCA dan mandiri.

Layanan ini bisa langsung didapatkan melalui menu e-statement yang ada di akun internet banking Anda.

Layanan yang bisa diberikan

Dari ulasan di atas, secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa meski layanan yang diberikan antara mbanking dan ibank hampir sama, keduanya tetap berbeda dari segi cakupan.

Dalam hal ini, ibank jauh lebih menguntungkan dibandingkan mbanking. Pasalnya, cakupan layanannya lebih luas, mudah dipakai, dan lebih aman karena perlu otentikasi dua kali saat bertransaksi finansial.

Dengan informasi perbedaan mobile banking dan internet banking di atas, Anda jauh lebih tahu sehingga diharap untuk tetap waspada setiap kali bertransaksi menggunakan layanan-layanan instan perbankan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here