Mau Mulai Investasi? Ikuti Cara Menabung Deposito Ini!

by Ihsan
Mau Mulai Investasi? Ikuti Cara Menabung Deposito Ini!

Bingung cari produk investasi yang cocok buat pemula? Tenang, Anda bisa mulai cara menabung deposito di perbankan indonesia. Risiko kecil, pendapatan jelas dan terus bertumbuh.

Semua perbankan di Indonesia, baik swasta maupun negeri, semuanya memiliki produk deposito yang ditawarkan kepada seluruh nasabah yang memiliki dana cukup untuk didepositokan.

Anda bisa memilih bank swasta seperti BCA, Danamon, Maybank, CIMB Niaga, atau yang lainnya. Anda juga dapat menyimpan uang di bank dalam negeri (BUMN) seperti bank Mandiri, BRI, BNI, dan yang lainnya.

Tentunya masing-masing perbankan tersebut memiliki ketentuan masing-masing mengenai dana yang didepositokan. Mulai dari ketentuan suku bunga, jumlah dana yang bisa disimpan, hingga jangka waktunya.

Maka dari itu, Anda harus mengerti dengan benar sebelum memutuskan untuk menyimpan uangnya di bank pilihan.

Pada kesempatan kali ini, kami akan mengajak Anda untuk memahami beberapa konsep deposito dan bagaimana cara supaya bisa berinvestasi sejak dini dengan menyimpan uang di bank. Selamat menyimak.

2 Cara menabung deposito yang harus Anda tahu

Seperti yang kita tahu, perbedaan tabungan dan deposito sangat mendasar. Di mana deposito menjadi produk investasi, sedangkan tabungan bukan. Maka dari itu, treatment untuk mendepositokan uang juga berbeda.

  cara menabung deposito yang harus anda tahu

Secara umum, terdapat dua cara yang bisa Anda lakukan untuk mendepositokan dana, berikut ini caranya:

Datang langsung ke bank

Cara pertama ini sama dengan pembukaan rekening atau buku tabungan, di mana Anda harus datang ke kantor cabang terdekat untuk mendepositokan sejumlah dana.

Metode pertama ini memudahkan Anda untuk mencari tahu informasi secara mendalam mengenai produk yang akan diambil.

Marketing funding datang ke rumah

Karena nominal dana yang besar, biasanya pihak bank punya AO atau account officer funding yang tugasnya memang mencari corporate atau perorangan yang punya dana besar.

Mereka inilah yang akan menghubungi calon nasabah untuk mendepositokan dana. Pihak AO akan menghitungkan dengan rinci perhitungan bunganya secara kasar sehingga calon nasabah dapat menentukan jumlah dana yang akan didepositokan dan jangka waktunya.

Setelah setuju, calon nasabah tetap harus datang ke bank untuk secara langsung menyetorkan uangnya.

Tips mengumpulkan dana agar pemula bisa menabung deposito

Pada umumnya, sudah banyak orang yang menyadari bahwa mendepositokan uang itu memiliki sejumlah kelebihan. Produk investasi ini sudah terbukti dapat dipakai untuk menyimpan uang secara aman dan cukup menghasilkan.

Masalahnya, banyak pemula yang merasa kesulitan untuk mengumpulkan uang saat mau mulai cara menabung deposito. Bila Anda salah satunya, maka ikutilah tips di bawah ini:

  1. Tentukan besaran gaji yang ingin disisihkan per bulan.
  2. Disiplin menyisihkan gaji atau penghasilan.
  3. Jangan merasa punya dana deposito sehingga tidak ada keinginan untuk mengutak-atik atau mencairkannya.
  4. Sesuaikan setorannya dengan kemampuan penghasilan Anda.
  5. Tetapkan tujuan yang jelas dan jadikan motivasi.

Dari seluruh cara di atas, poin kelima adalah yang paling penting. Sebab tujuan dari diri sendiri bisa memompa semangat dan disiplin diri untuk terus menabung dan menyimpan uang demi masa depan.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mendepositokan dana

hal yang perlu diperhatikan dalam mendepositokan dana

Setelah berhasil mengumpulkan dana dan yakin mau menyimpannya sebagai deposito, maka perhatikanlah hal-hal di bawah ini:

Pilih jangka waktu deposito dengan tepat

Dalam produk deposito, ada jangka waktu yang ditetapkan dan harus diikuti oleh seluruh nasabah. Jadi, perjelas tujuan Anda. Mau menyimpan uang dalam jangka panjang atau pendek.

Yang jelas, dalam produk ini pemilihan jangka panjang biasanya jauh lebih menguntungkan karena pendapatannya lebih banyak.

Namun, tak bisa dipungkiri juga bahwa pemilihan jangka waktu ini harus disesuaikan dengan kebutuhan nasabah dalam masa pencairan nanti.

Sebagai solusi, Anda bisa memisahkan dana dalam dua bilyet deposito dengan jangka waktu berbeda. Yakni pendek dan panjang.

Umumnya, tenor deposito adalah 1, 3, 6, 12, atau 24 bulan. Silakan bicarakan dengan petugas bank untuk mendapatkan tenor terbaik.

Tentukan besaran dana yang mau didepositokan dengan tepat

Setelah jangka waktunya, Anda juga harus menentukan besaran dana yang mau disimpan. Terlebih jika memilih untuk membagi depositonya dalam dua bagian, jangka pendek dan panjang.

Pihak bank biasanya memiliki simulasi pendapatan akhir ketika nasabah mendepositokan sejumlah dana. Silakan manfaatkan simulasi ini dengan baik agar cara menabung deposito yang dilakukan bisa tepat sasaran.

Jika kesulitan, maka Anda bisa langsung bertanya ke cabang bank terdekat yang Anda pilih.

Dengan simulasi ini, Anda bisa mempertimbangkan dengan cermat jumlah uang yang akan didepositokan setelah disesuaikan dengan ketersediaan dana.

Pencairan deposito

Anda harus tahu bahwa produk simpanan perbankan ini hanya bisa dicairkan pada saat jatuh temponya. Jika dalam masa jatuh tempo tidak dicairkan, maka tenornya akan diperpanjang. Artinya, pendapatan akan terus mengalir.

Sebaliknya, jika pencairan dilakukan sebelum jatuh temponya tiba. Nasabah akan dikenakan denda atau penalti sesuai dengan akad atau perjanjian pertama kali.

Ketahui secara pasti suku bunga yang diberikan

Setiap perbankan punya ketentuan persentase bunga sendiri-sendiri. Selain dipengaruhi oleh jenis banknya, besaran persentase bunga ini juga tergantung pada dana yang dimasukkan. Semakin besar dananya, biasanya persentase bunga yang ditawarkan juga semakin tinggi.

Jadi, cari penawaran tertinggi dari bank dan sesuaikan dengan jumlah dana yang mau didepositokan.

Selalu ingat masa jatuh tempo deposito

Sebagai nasabah, Anda harus tahu jatuh tempo dari simpanan yang ada di bank. Sebab simpanan ini hanya bisa dicairkan bila masa jatuh temponya tiba.

Apabila pada masanya tidak dicairkan, maka temponya akan diperpanjang secara otomatis. Misalnya, Anda mengambil tenor 24 bulan, maka depositonya harus dicairkan bila masa 24 bulan sudah selesai (saat itu juga).

Kalau pada masanya tidak dicairkan, maka nasabah harus menunggu 24 bulan lagi untuk mencairkan dananya tanpa denda atau penalti.

Cara menghitung bunga deposito

Meskipun masing-masing bank punya simulasi pendapatan bunga dari deposito atau pendapatan akhir setelah Anda menyimpan sejumlah dana dengan tempo tertentu. Tapi sebagai nasabah Anda tetap harus punya gambaran di awal.

cara menghitung bunga deposito

Untuk itu, pengetahuan mengenai perhitungan bunganya juga harus dikuasai agar mengerti hitungan kasar pendapatannya sebelum masa jatuh tempo tiba.

Untuk menghitung bunga, gunakan rumus:

Suku bunga per tahun x tenor dalam bulan /12 x jumlah dana yang didepositokan.

Misalnya, Anda menyimpan uang Rp 100.000.000,- dengan bunga 6% per tahun dalam jangka waktu 12 bulan.

Pendapatannya adalah:

6% x 12/12 x Rp 100.000.000,- = Rp 6.000.000,-

Artinya, pada saat jatuh tempo normalnya ada dana Rp 106.000.000,- yang terkumpul di simpanan Anda. Akan tetapi nominal ini belum termasuk potongan pajak penghasilan (bila ada).

Jadi, sebelum melakukan cara menabung deposito, usahakan Anda tahu penghitungannya secara detail dan spesifikasi penawaran produk yang diberikan oleh tim perbankan. Sebab masing-masing bank punya kebijakan sendiri-sendiri.

Related Posts

Leave a Comment

%d bloggers like this: