Dibandingkan dengan investasi saham, masih banyak orang yang tidak kenal istilah trading saham. Bahkan banyak orang yang mengartikan bahwa trading saham dan investasi saham merupakan dua hal yang sama, padahal keduanya adalah dua instrumen yang berbeda.

Lantas, apa bedanya trading saham dan investasi saham?

Ada beberapa hal yang menjadi pembeda antara trading saham dan investasi saham. Anda yang ingin mengenal keduanya lebih jauh, bisa simak informasi berikut ini terlebih dahulu. Lets check these out!

Bedanya Trading Saham dan Investasi Saham

Pilihan saham yang dibeli

pilihan saham yang dibeli
Pilihan investasi saham yang layak dibeli

Pertama, hal yang menjadi pembeda antara trading saham dan investasi saham adalah pilihan saham yang dibeli. Hal ini menjadi bedanya trading saham dan investasi saham yang paling mencolok sebenarnya.

Orang – orang yang melakukan kegiatan investasi saham cenderung akan membeli saham jenis lapis pertama atau bluechip. Saham bluechip ini merupakan jenis saham yang perputarannya stabil. Lain halnya dengan orang yang membeli saham untuk trading.

Trader lebih memilih saham lapis tiga atau saham yang baru masuk dengan inisial IPO (Initial Public Offer) untuk dibeli. Saham jenis lapis tiga ini sering disebut dengan saham gorengan.

Hal tersebut karena saham – saham seperti itu harganya bisa sangat melesat tinggi bahkan dalam satu hari saja. Namun besoknya ketika turun bisa turun bahkan sangat tajam.
Inilah mengapa seorang trader harus lebih cermat dalam memantau dan melihat pergerakan harga saham dan tidak boleh menyimpan saham terlalu lama.

Apapun pilihan saham Anda dan jenis kegiatan saham yang Anda pilih, baiknya Anda bergabung dengan sekuritas terpercaya untuk meminimalisir kerugian Anda.

Atau Anda ingin bergabung dengan trading saham Binomo yang sedang viral? Eits, tunggu dulu! Ketahui dulu fakta – fakta tentangnya.

Baca : Sempat Viral! Ini Fakta Investasi Binomo yang Sangat Menarik

Resiko trading lebih besar dibandingkan resiko investasi

Resiko trading lebih besar dibandingkan resiko investasi

Jika kita membandingkan dengan investasi, trading saham memiliki resiko yang sangat tinggi. Bahkan resiko trading dua kali lipat jauh lebih tinggi dibandingkan resiko investasi.

Hal tersebut karena seperti yang telah disampaikan sebelumnya bahwa pergerakan harga saham sangat fluktuatif alias tidak menentu. Hari ini naik, bisa tiba – tiba besok merosot turun secara drastis.

Tak ada yang bisa tahu dan menebak sampai kapan harga saham akan terus naik. Bisa saja dua hari kemudian harganya turun dan Anda akan menanggung kerugian karena masih belum melepas saham yang Anda simpan.

Karena itu sangat dianjurkan agar Anda menyimpan saham tidak terlalu lama. Tujuannya adalah untuk trading. Berbeda dengan investasi, harga turun tidak perlu dikhawatirkan asalkan Anda sudah lebih dulu melakukan analisis fundamental atas saham yang Anda beli tersebut.

Investasi buy and hold, trading buy and sell

Investasi buy and hold, trading buy and sell

Jadi investasi dan trading saham itu berbeda prinsip. Sampai disini Anda pasti sudah tahu jika ingin untung dalam trading, maka jangan Anda simpan saham lama – lama. Hal tersebut karena trading saham memegang prinsip buy and sell. Tak ubahnya ketika Anda sedang melakukan perdagangan suatu barang.

Barang yang Anda beli harus terjual secara cepat jika tidak ingin ada barang yang menumpuk di gudang atau ada barang yang pada akhirnya tidak laku terjual karena perubahan trend atau sebagainya. Dalam trading, Anda harus membeli saham dengan harga yang murah dan menjual dengan harga yang tinggi.

Sementara dalam investasi saham, baiknya Anda simpan saham yang sudah dibeli dalam jangka waktu yang lama. Hal tersebut tidak menutup kemungkinan Anda bisa mendapatkan return sampai dengan 100% lebih asalkan saham tersebut memang ditahan dalam waktu antara 5 atau 10 tahun lebih.

Melakukan analisis teknikal dalam memilih saham untuk trading

melakukan analisis teknikal dalam memilih saham untuk trading
Sumber : edusaham.com

Pergerakan harga saham dapat diprediksi dengan menggunakan analisis teknikal. Analisis ini dilakukan dengan cara melihat pergerakan harga saham di candlestick platform yang telah disediakan untuk Anda.

Terdapat dua warna yang umum ditunjukkan oleh candlestick yaitu warna merah dan warna hijau. Warna merah berarti menjadi suatu tanda bahwa harga saham sedang turun. Sementara warna hijau menjadi suatu tanda bahwa harga saham sedang dalam kondisi naik.

Juga terdapat sejumlah indikator yang bisa dipakai untuk menilai saham yaitu metode moving average, relative strength index, sampai dengan stochastic. Nah, indikator penilaian saham yang paling sering dipakai adalah moving average.

Indikator moving average ini digunakan untuk menghitung nilai rata – rata dari pergerakan harga saham dalam periode tertentu. Nah, jika Anda malas melakukan perhitungan secara manual, sekarang ini sudah ada aplikasi yang Anda bisa download untuk menghitung rata – rata pergerakan harga saham. Anda bisa menggunakannya.

Untuk Anda yang ingin cari aman, investasi saham lebih dianjurkan dibandingkan trading. Pahami juga 5 Hal Penting Sebelum Mulai Investasi. Salam cuan!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here