Obat Apakah Ketoconazole dan Apa Manfaatnya

Obat Apakah Ketoconazole dan Apa Manfaatnya

Ketoconazole

Ketokonazol adalah obat untuk mengatasi berbagai infeksi jamur di kulit, seperti panu, kurap, kutu air, dan infeksi jamur di bagian tubuh lain, seperti kandidiasis pada vagina. Ketokonazol adalah imidazola spektrum luas pertama yang cocok untuk pengobatan mikosis sistemik secara oral.

Ketoconazole tersedia dalam bentuk krim 2%, tablet 200 mg, dan sampo. Obat ini bekerja dengan cara menghentikan dan mencegah pertumbuhan jamur.

Merek dagang: Formyco, Ketomed, Mycoral, Nizoral, Solinfec dan Zoralin.

Obat Apakah Ketoconazole dan Apa Manfaatnya

Manfaat Ketoconazole

Krim ketoconazole digunakan untuk mengobati tinea corporis (infeksi kulit jamur yang menyebabkan ruam bersisik merah di berbagai bagian tubuh), tinea cruris (infeksi jamur pada kulit selangkangan, dan tinea pedis.

Bisa juga untuk pengobatan infeksi jamur pada kulit pada kaki dan sela-sela jari kaki, hingga panu. Manfaat yang sama juga bisa Moms dapatkan saat mengonsumsi obat atau pil ketoconazole. Minumlah obat sesuai anjuran dokter, biasanya sekali sehari. Obat ketoconazole diminum sebelum atau sesudah makan.

Meminumnya setelah makan, terbukti bisa membantu Moms terhindar dari sakit perut. Sedangkan shampo ketoconazole yang dijual bebas digunakan untuk mengontrol pengelupasan dan gatal-gatal pada kulit kepala yang disebabkan oleh ketombe. Biasanya keluhan tersebut disertai dengan kulit kepala merah, gatal, perih, kulit kepala berkerak atau menebal.

Selain karean infeksi jamur, ketombe di kulit kepala juga dapat disebabkan oleh alergi, eksim atopik, dermatitis seboroik, dan psoriasis. Penanganan untuk setiap penyebab ketombe tentu akan berbeda-beda ya.

Peringatan Sebelum Mengonsumsi Ketoconazole

  • Jangan mengonsumsi atau menggunakan ketoconazole jika Anda memiliki alergi terhadap ketoconazole atau obat antijamur azole lainnya, seperti fluconazole dan itraconazole.
  • Jangan minum alkohol selama mengonsumsi atau menggunakan ketoconazole karena dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan hati.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat, suplemen, dan obat herbal sebelum mengonsumsi atau menggunakan ketoconazole.
  • Beri tahu dokter jika Anda menderita gangguan hati, jantung, dan ginjal, serta memiliki kondisi medis tertentu, seperti aritmia, kadar testoteron yang rendah, dan penurunan fungsi kelenjar adrenal.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan, sebelum menggunakan ketoconazole.
  • Jika terjadi reaksi alergi obat atau overdosis setelah mengonsumsi atau menggunakan ketoconazole, segera temui dokter.

Dosis dan Aturan Pakai Ketoconazole

Dosis ketoconazole tergantung pada jenis infeksi jamur serta tingkat keparahannya. Berikut adalah penjelasannya:

Infeksi Jamur Sistemik (Systemic Fungal Infection)

Untuk mengobati infeksi jamur yang memengaruhi beberapa organ (sistemik), seperti histoplasmosis, dokter akan memberikan ketoconazole tablet dengan dosis berikut :

  • Dewasa
    1 tablet 200 mg, sekali sehari. Jika diperlukan, dosis dapat ditingkatkan menjadi 400 mg, sekali sehari.
  • Anak usia di atas 2 tahun
    3,3-6,6 mg/kgBB, sekali sehari.

Infeksi Jamur di Kulit

Beberapa jenis infeksi jamur kulit yang bisa diatasi dengan ketoconazole adalah:

  • Infeksi akibat jamur Candida di kulit (cutaneous candidiasis)
  • Kurap (tinea corporis)
  • Infeksi jamur di selangkangan (tinea cruris)
  • Infeksi jamur tangan (tinea manum)
  • Kutu air (tinea pedis)

Untuk kondisi-kondisi tersebut, oleskan ketoconazole krim 2% di area yang terinfeksi, sebanyak 1-2 kali sehari, selama 2-4 minggu.

Panu (Pityriasis Versicolor)

Untuk mengobati panu pada orang dewasa, dosis yang dibutuhkan adalah:

  • Krim 2%
    Gunakan pada area yang terinfeksi 1-2 kali sehari, selama 2-3 minggu. Gunakan krim hingga beberapa hari setelah gejala menghilang atau sesuai anjuran dokter.
  • Sampo 2%
    Gunakan sampo sehari sekali, selama maksimal 5 hari. Untuk pencegahan panu, gunakan sampo sehari sekali.

Dermatitis Seboroik

Untuk mengobati dermatitis seboroik pada orang dewasa, berikut dosis ketokonazole:

  • Krim 2%
    Oleskan ketoconazole krim ke area bermasalah sebanyak 1-2 kali, selama 2-4 minggu.
  • Sampo 2%
    Oleskan sampo pada kulit kepala yang basah sebanyak 2 kali seminggu, selama 2-4 minggu.

Sindrom Cushing

Untuk mengatasi sindrom Cushing, dokter akan memberikan ketoconazole tablet 200 mg. Berikut adalah dosis untuk orang dewasa dan anak-anak berusia di atas 12 tahun:

  • Dosis awal
    400-600 mg per hari. Dosis dapat diturunkan menjadi 200 mg setelah pemakaian selama 7-28 hari.
  • Dosis lanjutan
    600-800 mg per hari, dosis maksimal 1.200 mg per hari. Penggunaan obat ini dapat dihentikan sesuai kondisi liver dan kelenjar adrenal pasien.

Cara Menggunakan Ketoconazole dengan Benar

Gunakan ketoconazole sesuai anjuran dokter atau petunjuk yang tertera di kemasan obat. Jangan berhenti menggunakan obat ini sebelum waktu yang ditentukan oleh dokter. Walau infeksi terlihat sudah sembuh, jamur tetap berpotensi tumbuh kembali bila pengobatan dihentikan terlalu cepat.

Jika lupa mengonsumsi ketoconazole tablet, segeralah mengonsumsinya jika jeda dengan jadwal konsumsi berikutnya belum terlalu dekat. Jika sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosis.

Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya selama mengonsumsi tablet ketoconazole. Usahakan untuk minum obat pada jam yang sama setiap harinya, guna memaksimalkan efek obat.

Sebelum menggunakan krim ketoconazole, bersihkan dulu area kulit yang terinfeksi dan ingin diolesi krim, lalu keringkan. Selanjutnya, oleskan krim secukupnya pada area tersebut. Jangan lupa mencuci tangan sebelum maupun setelah mengoleskan obat.

Ketoconazole oles hanya boleh digunakan sebagai obat luar, jangan dioleskan pada hidung, mata, mulut, maupun pada kulit yang luka, tergores, atau terbakar.

Bila perlu menggunakan ketoconazole sampo, ratakan busa sampo hingga menutupi seluruh rambut dan kulit kepala. Setelah itu, diamkan selama 5 menit sebelum dibilas hingga bersih. Jika mengenai mata, segera basuh dengan air.

Hindarkan ketoconazole dari paparan sinar matahari dan simpan pada suhu ruangan. Jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Interaksi Ketoconazole dengan Obat Lain

Jika dikonsumsi dengan obat-obatan lain, ketoconazole dapat menimbulkan sejumlah efek interaksi obat, yaitu:

  • Menurunkan kadar ketoconazole dalam darah, jika digunakan bersama rifampicin, isoniazid, efavirenz, nevirapine, dan phenytoin.
  • Meningkatkan efek midazolam dan alprazolam hingga dapat membuat seseorang sulit bernapas.
  • Meningkatkan kadar digoxin, fentanyl, oxycodone, warfarin, dan sildenafil di dalam tubuh.
  • Meningkatkan risiko terjadinya hiperkalemia dan hipotensi, bila digunakan dengan eplerenone.
  • Meningkatkan risiko terjadinya perpanjangan interval QT,jika digunakan dengan cisapride, quinidine, ranolazine,dan terfenadine
  • Meningkatkan risiko terjadinya gangguan otot, jika digunakan bersama lovastatin dan simvastatin.
  • Meningkatkan risiko terjadinya perdarahan, bila digunakan dengan dabigatran.

Efek Samping dan Bahaya Ketoconazole

Ketokonazole bisa menyebabkan efek samping berupa:

  • Mual dan muntah
  • Sakit kepala
  • Mata sensitif terhadap cahaya
  • Perubahan suasana hati
  • Depresi
  • Diare
  • Penurunan berat badan
  • Perubahan siklus menstruasi
  • Penurunan libido
  • Pembesaran payudara pada pria
  • Memar-memar dan mimisan

Lakukan pemeriksaan ke dokter jika Anda mengalami gejala di atas. Segeralah ke IGD jika muncul reaksi alergi yang parah, seperti bengkak di bibir dan wajah atau sulit bernapas, setelah mengggunakan atau mengonsumsi ketokonazole.

Related posts