Mau Mulai Usaha Fotocopy? Cek Rincian Modal dan Caranya!

by Ihsan

Dengan modal kurang dari 25 juta, Anda bisa mulai usaha fotocopy yang menghasilkan uang dan cepat BEP. Ketahui perlengkapan yang dibutuhkan dan tipsnya secara detail agar sukses menjalankan usaha ini.

Foto copy merupakan satu peluang usaha yang cukup menjanjikan karena dibutuhkan oleh banyak orang. Asal tahu triknya, bisnis ini bisa jadi luar biasa. Sebaliknya, bila tidak tahu cara-caranya, maka seperti pemula lainnya, Anda harus rela gulung tikar.

Pada kesempatan kali ini kami akan membahas tentang perlengkapan bisnis fotokopi, rincian modal, kesalahan yang sering dilakukan pemula, dan cara menjalankannya dengan benar agar menghasilkan banyak uang.

Jadi, selamat menyimak.

Perlengkapan usaha fotocopy

Perlengkapan usaha fotocopy

Untuk memulai bisnis fotokopi, Anda perlu menyiapkan perlengkapannya dulu. Berikut ini adalah beberapa hal yang harus disiapkan:

Tempat usaha

Pastikan Anda sudah mendapatkan tempat untuk membuka usaha, baik itu sewa maupun punya sendiri.

Pilihan Anda tentu akan mempengaruhi besaran atau nominal biaya operasional ke depan. Jadi, hitung dengan cermat plus minusnya.

Untuk diketahui, usaha fotocopy bisa dibuka di lahan sempit. Anda tak perlu terlalu banyak ruang untuk merintis usaha ini.

Kalaupun harus sewa tempat usaha, Anda tetap bisa memulai usaha ini dari ruko satu lantai. Jadi, biaya sewanya tak akan terlalu mahal.

Perlengkapan utama yang wajib disiapkan

Setelah tempatnya siap, selanjutnya Anda harus menyiapkan perlengkapan-perlengkapan utama yang masuk dalam kategori wajib agar bisnis bisa beroperasi sempurna. Di antara perlengkapan usaha fotocopy yang harus Anda miliki adalah:

  1. Mesin fotokopi.
  2. Etalase kaca.
  3. Pemotong kertas.
  4. Staples.
  5. Lakban hitam.
  6. Mesin laminating.
  7. Printer.
  8. Laptop atau komputer.
  9. Cover jilid.
  10. Meja dan kursi, dll.

Masih banyak perlengkapan lain yang harus dipenuhi. Tapi perlengkapan tersebut bisa dilengkapi sambil jalan.

Rincian modal usaha fotocopy dan alat tulis

Modal yang diperlukan untuk membuka bisnis fotokopi bukan hanya modal awal. Melainkan juga biaya operasional bulanan. Semuanya harus dihitung dengan rinci saat Anda mau memulainya.

Rincian modal usaha fotocopy dan alat tulis

Berikut adalah rincian modal usaha fotocopy dan alat tulis yang harus disiapkan:

Modal awal

Sebagaimana ditulis di atas, ada perlengkapan utama yang harus disiapkan untuk membuka fotokopian.

Tanpa perlengkapan tersebut, bisa dibilang bisnis ini tidak akan bisa dibuka. Berikut ini daftar harga dan rincian modal untuk membeli perlengkapan fotokopian:

  1. Harga mesin fotocopy murah sekitar Rp 15.000.000,- (bekas).
  2. Etalase kaca seharga Rp 1.750.000,-.
  3. Alat pemotong kertas Rp 300.000,-.
  4. Alat tulis kantor untuk dijual Rp 1.000.000,-.
  5. Meja dan kursi seharga Rp 700.000,-
  6. Printer yang bisa cetak foto dengan hasil bagus Rp 1.500.000,-. (baru)
  7. Laptop atau PC seharga Rp 4.000.000,-

Secara total, dana yang perlu disiapkan dalam paket usaha fotocopy adalah Rp 24.250.000,-.

Harga barang di atas memakai estimasi biaya yang sudah diriset dari beberapa marketplace. Biaya aslinya bisa diperkecil asalkan menemukan produk berspesifikasi bagus dengan harga yang lebih miring.

Sebaliknya, modalnya akan membengkak jika tidak menemukan produk yang spesifikasinya bagus dengan harga murah.

Modal operasional bulanan

Selain modal di atas, siapkan perhitungan biaya operasional yang dihitung per bulan. Berikut ini beberapa komponennya:

  1. Gaji pegawai sekitar Rp 1.200.000,- tergantung daerah.
  2. Kertas 100 rim seharga Rp 2.500.000,- tergantung beratnya, kalau bisa kombinasi.
  3. Air, listrik, dan yang lainnya sekitar Rp 200.000,-
  4. Biaya perawatan mesin fotocopy untuk usaha sekitar Rp 500.000,- untuk beli sparepart mesin fotocopy, perbaikan, atau semacamnya.

Secara total, biaya bulanan yang perlu dikeluarkan adalah Rp 4.400.000,-. Ini belum termasuk biaya sewa bulanan jika Anda kontrak tempat usaha dan membayar per bulan.

Estimasi keuntungan per bulan

Berikut ini estimasi keuntungan bulanan dengan estimasi 100 rim kertas habis dalam 1 bulan:

  1. 100 rim = 100 x 500 lembar = 50.000 lembar.
  2. Jika 1 lembar fotokopi seratus rupiah, maka pendapatannya adalah 50.000 x Rp 100,- = Rp 5.000.000,-.
  3. Penjualan alat tulis misalnya sekitar Rp 800.000,-.
  4. Jilid sebanyak 40 buku dengan tarif Rp 8.000,- per jilid, maka totalnya adalah Rp 40 x Rp 8.000,- = Rp 320.000,-. Estimasi harga ini tergantung jenis penjilidan. Diambil rata-rata saja.

Secara total, pendapatan bulanannya adalah Rp 6.120.000,-.

Selanjutnya, bila dikurangi dengan biaya modal operasional, maka didapatkan keuntungan bersih. Berikut perhitungannya:

Rp 6.120.000 – Rp 4.400.000 = Rp 1.720.000,-.

Jika keuntungannya stabil Rp 1.720.000,- per bulan, maka BEP dapat terjadi dalam 14 bulan saja. Berikut perhitungannya:

Rp 24.250.000 : Rp 1.720.000,- = 14,1 bulan.

Perhitungan di atas merupakan estimasi. Di lapangan, perhitungannya harus dilakukan dengan cermat sesuai dengan pelanggan yang datang. Semakin bagus performa penjualan, semakin cepat balik modal juga.

Cara usaha fotocopy untuk pemula

Cara usaha fotocopy untuk pemula

Agar modal dan estimasi BEP nya bisa seperti yang tertulis di atas bahkan lebih cepat, Anda bisa menerapkan langkah atau tips usaha di bawah ini:

Ketahui kesalahan fatal pengusaha fotocopy pemula

Ada banyak kesalahan yang dilakukan pemula sehingga risiko dan ancaman terpuruknya usaha ini makin besar. Berikut ini di antara kesalahan-kesalahan tersebut:

  1. Tidak memilih tempat dengan baik.
  2. Belum mengerti spesifikasi mesin fotokopi terbaik untuk membuka usaha atau membeli tipe yang salah.
  3. Terlalu memaksakan diri untuk membeli mesin fotocopy
  4. Menggabungkan usaha fotokopi dengan usaha lain yang tidak sejalan (Misalnya, baju atau sembako. Dua bisnis ini membuat mesin fotokopi jadi tak terlalu terlihat).
  5. Terlalu memaksakan diri dengan mengambil kredit pada saat beli mesin fotokopi. Artinya, biaya operasional bulanannya bertambah untuk membayar angsuran.
  6. Sewa mesin fotocopy sehingga harus bayar tiap bulan.

Itulah beberapa kesalahan yang biasanya dilakukan oleh pemula. Pastikan Anda menghindarinya.

Sebagai tambahan, jika memang mau menggabungkannya dengan usaha lain, Anda dapat memilih usaha ATK dan pembayaran online dengan jadi agen bank.

Pilih lokasi yang strategis

Lokasi usaha yang Anda pilih untuk membuka fotokopian harus tepat. Sebab bisnis ini menganut prinsip “Posisi menentukan prestasi”.

Agar berhasil, lokasi yang direkomendasikan adalah dekat sekolah, kampus, kantor atau instansi, lembaga pemerintah atau yang lain. Peluang usaha fotokopian di sini lebih besar dibanding di tempat lainnya.

Bahkan, dengan lokasi usaha strategis di pinggir jalan, anda bisa membuka bisnis lain di satu tempat usaha. Misalnya dengan menjual minuman boba.

Kualitas hasil fotocopy

Kualitas fotocopy tergantung pada bagaimana Anda memilih mesin. Maksudnya, selain tipe mesin fotocopy yang tepat, pastikan Anda pilih mesin fotocopy dengan performa yang bagus juga.

Mesin yang masih bagus akan menghasilkan duplikat sangat jelas. Selain itu, biaya perawatannya juga jadi bisa diminimalkan karena tidak sering macet.

Akan sangat baik jika Anda sekalian membeli mesin fotocopy warna agar bisa memberikan pelayanan yang lebih lengkap kepada calon pelanggan.

Silakan baca testimoni-testimoni pembeli mesin fotocopy Canon, Fuji Xerox, dan merek lain sebelum menentukan pilihan.

Pelayanan yang top

Kualitas pelayanan haruslah yang terbaik. Apalagi jika baru buka. Pelayanan ini tidak hanya soal senyum dan sapa saja. Melainkan juga soal menepati janji sesuai dengan deadline yang diberikan pada saat ada yang membutuhkan jasa Anda.

Misalnya, ada yang ingin fotokopi dalam jumlah banyak sehingga tidak bisa langsung selesai. Di situasi seperti ini harus ada kesepakatan antara penjual dan pembeli mengenai batas waktu pengerjaan.

Sebagai penjual, Anda harus menepati deadline tersebut.

Kerja sama dengan pihak lain

Anda bisa bekerja sama dengan organisasi tertentu agar setiap kali ada proyek fotokopi Anda selalu dilibatkan. Biasanya, imbal baliknya adalah harga fotokopi yang lebih murah.

Mempromosikan usaha fotocopy

Promosi fotokopian bisa dilakukan secara masif oleh pemilik dengan memasang banner, neon box fotokopi, membuat plaza fotocopy yang tampilannya sangat dominan dibanding ruko di sekitarnya, dan teknik pemasaran dari mulut ke mulut.

Dari keempat cara ini, teknik pemasaran dari mulut ke mulut adalah yang terbaik karena menghasilkan calon pelanggan yang loyal.

Untuk bisa mendapatkan pelanggan loyal, pastikan pelayanan yang Anda berikan adalah yang terbaik hingga membuat mereka terkesan.

Demikian informasi lengkap tentang perlengkapan, modal, dan hingga tips sukses mengawali usaha fotocopy. Jika memang belum ada modal, maka jangan memaksakan diri untuk membuka fotokopian. Sebagai gantinya, Anda bisa mencoba jualan di mobil dulu yang modalnya lebih sedikit.

Related Posts

Leave a Comment

%d bloggers like this: